Selasa, 01 Maret 2011

Nama - nama Ilmu Kalam Dan sebab penamaannya.

Ilmu Kalam menurut Syekh Muhammad Abduh adalah ilmu yang membahas tentang wujud Allah, tentang sifat-sifat yang wajib tetap bagi-Nya, sifat-sifat yang jaiz disifatkan kepada-Nya dan tentang sifat-sifat yang wajib yang ditiadakan dari pada-Nya. Juga membahas tentang Rasulullah untuk menetapkan kebenaran risalahnya, apa yang wajib ada padanya, hal-hal yang jaiz dihubungkan pada diri mereka dan hal-hal yang terlarang menghubungkan pada diri mereka.
Sedangkan kenapa dinamakan dengan Ilmu Kalam, yaitu dikarenakan :
1. Dalam membahas masalah-masalah ketuhanan tidak lepas daripada dalil-dalil akal yang sesuai dengan logika, dimana penampilannya melalui perkataan ( kalam ) yang jitu dan tepat. Ahli-ahli ilmu kalam adalah orang-orang yang ahli dalam berbicara, ahli dalam mengemukakan argumentasi dalam persoalan yang dibahasnya.
2. Persoalan yang terpenting dan ramai dibicarakan serta diperbincangkan pada masa-masa pertama Islam, terutama diawal pertumbuhan ilmu Kalam ialah Firman Allah ( kalam Allah ), yaitu Al Qur’an. Apakah kalam Allah itu Qadim atau Hadist.
Adapun selain nama Ilmu Kalam terdapat beberapa nama lainnya :
1. Ilmu Tauhid
Ilmu Tauhid adalah ilmu yang membahas tentang wujud Allah, soal-soal yang wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah dan Rasul-Nya, serta mengupas dalil-dalil yang mungkin sesuai dengan akal, guna membuktikan adanya zat yang mewujudkan, kemudian juga mengupas dalil-dalil sam’iyat guna mempercayai sesuatu dengan yakin.
Sebab dinamai ilmu Tauhid dikarenakan ilmu ini membahas keesaan Allah.
2. Ilmu Ushuluddin
Ushuluddin adalah serangkaina kata yang terdiri dari ushul dan ad-din. Ushul adalah jama’ dari ashl yang berarti pokok, dasar, fundamen sedangkan ad-din artinya adalah agama. Jadi perkataan Ushuluddin menurut loghatnya berarti pokok atau dasar-dasar agama.
Alasan dinamai dengan ilmu Ushuluddin yaitu karena ilmu ini membahas tentang prinsip-prinsip agama Islam.
“Ilmu Ushuluddin adalah ilmu yang membahas padanya tentang prinsip-prinsip kepercayaan agama dengan dalil-dalil qath’I dan dalil-dalil akal fikiran”
3. Ilmu Aqaid
Aqaid artinya simpulan – buhul, yakni kepercayaan yang tersimpul dalam hati. Aqaid adalah jama’ dari aqidah. M. Hasby As Sidiqi menjelaskan dalam bukunya tentang maudhu’ tahid, dia mengatakan bahwa maudhu’tauhid adalah pokok pembicaraan ilmu tauhid yaitu aqidah yang diterangkan dalil-dalilnya.
Jadi, ini dinamakan dengan ilmu Aqaid disebabkan ilmu ini berbicara tentang kepercayaan Islam. Syekh Thahir Al Jazairy menerangkan :
“Aqidah Islam ialah hal-hal yang diyakini oleh orang-orang Islam, artinya mereka menetapkan atas kebenarannya “
4. Ilmu Ma’rifah
Ma’rifah artinya adalah pengenalan atau mengenal. Dalam Islam, tentang ilmu ketuhanan ini sering disebut dengan ilmu Ma’rifah karena ilmu ini membahas terhadap hal-hal yang berkenaan dengan sifat-sifat-Nya yang wajib, mustahil, dan jaiz bagi-Nya.
5. Theology Islam
Penulis-penulis barat banyak menggunakan sebutan theology Islam, tentang ilmu Kalam, baik dari segi loghat maupun istilah. Theology terdiri dari dua kata yaitu “theos” yang berarti Tuhan dan “logos” yang berarti ilmu. Oleh karena itu theology bermakna ilmu tentang tuhan atau ilmu tentang ketuhanan.
6. Nama Lainnya
Ada sebagian ulam yang menyebutkan bahwa ilmu tauhid ini disebut dengan ilmu sifat dua puluh. Ini disebabkan karena sifat-sifat ketuhanan yang wajib ada pada-Nya ada dua puluh jumlahnya dan itulah yang menjadi pokok pembahasannya. علم أصول الدين هو علم يبحث فيه عن أصول العقاءد الدينية بالأدلة القطعية و العقلية
B. Hubungan Ilmu Kalam Dengan Filsafat
1. Dari segi Esensinya
Ilmu Kalam dan filsafat terdapat kemiripan objek kajian, objek ilmu kalam adalah ketuhanan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan Tuhan, sedangkan objek kajian filsafat adalah masalah ketuhanan disamping masalah alam, manusia dan segala sesuatu yang ada. Jadi kesamaan dalam objeknya yaitu sama-sama membahas tentang ketuhanan.
Dilihat dari hal argumentasi, filsafat dan ilmu Kalam dibangun atas dasar logika. Oleh sebab itu hasil kajiannya bersifat dugaan yang tidak dapat dibuktikan secara empiris, riset dan eksperimental. Kerelatifan hasil karya logika itu menyebabkan beragamnya kebenaran yang dihasilkan.
Baik ilmu Kalam maupun filsafat berurusan dengan hal yang sama, yaitu kebenaran. Ilmu Kalam dengan metodenya berusaha mencari kebenaran tentang Tuhan dan yang berkaitan dengan-Nya. Filsafat dengan gaya tersendiri pula berusaha menghampiri kebenaran baik tentang alam maupun manusia, yang belum dan tidak dapat dijangkau oleh ilmu pengetahuan karena berada diluar jangkauannya / tentang Tuhan.
2. Dari segi Metode Berfikirnya
Adapun metode berfikir ahli ilmu Kalam dan filsafat adalah :
a. Mutakallimin lebih dahulu percaya kepada pokok persoalan dan mempercayai kebenarannya, kemudian mereka menetapkan dalil-dalil fikiran untuk pembuktiannya. Sedang pembahasn dan pemikiran ahli filsafat lepas dari pengaruh-pengaruh dan kepercayaan, dan dalam melakukan penyelidikannya mereka menyusun dalil-dalil fikiran sampai mencapai satu hasil ( konklusi). Bagaimanapun juga adanya hasil ini mereka pegangi dengan kuat, akan tetapi yang pokok bagi mereka adalah penyelidikan akal fikiran semata. Sebaliknya mutakallimin mengadakan dalil-dalinya setelah percaya akan pokok-pokok kepercayaan Islam.
Contohnya :
Ibnu Khaldun mengatakan sebagai berikut :
”Pemikiran seorang filosof tentang ketuhanan adalah pemikiran tentang wujud yang mutlak dan hal-hal yang berhubungan dengan wujud itu, karena wujud itu sendiri, tetapi pemikiran mutakallimin tentang wujud itu bisa menunjukkan kepada Zat yang memberi wujud ( Tuhan ). Dengan perkataan lain, pembicaraan ilmu Kalam bagi ahli-ahlinya ialah kepercayaan agama sesudah dianggapnya benar dari syari’at dan mungkin dibuktikan dengan dalil-dalil akal fikiran.”
b. Dari segi pembinaanya
Ilmu Kalam timbul berangsur-angsur dan mula-mula hanya merupakan beberapa persoalan yang terpisah-pisah. Seorang mengeluarkan pendapatnya kemudian disusul dengan yang lain pula. Seperti persoalan dosa besar, dengan berlalunya masa maka timbullah mazhab-mazhab ilmu Kalam. Lain halnya dengan filsafat Islam yang tidak lagi timbul berangsur-angsur, tetapi sudah melalui fase pertumbuhan di Yunani sendiri maupun di negeri-negeri lainnya. Kepada masuk kepada kaum Muslimin, filsafat itu sudah lengkap atau hampir lengkap, dan mereka tinggal memberi penjelasan-penjelasan dan mempertemukannya dengan kepercayaan-kepercayaan Islam. Karena itu ilmu Kalam lebih tepat dinamai ilmu keislaman, meskipun terpengaruh oleh filsafat Yunani, sedang filsafat Islam kalau dinamakan ilmu keislaman maka hanya dalam lahirnya saja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar